Belajar ala ala Kampung Sinau

IMG20170727181318

(27/7) Belajar merupakan kewajiban setiap siswa di sekolah, seperti halnya dengan warga kelurahan Nangkaan, Kec. Bondowoso, Kab. Bondowoso yg tentunya berada di usia sekolah juga. Namun belajar bukanlah hanya untuk menggugurkan kewajiban seorang siswa, di era seperti sekarang siswa harus dapat meningkatkan kompetensi mereka guna menghadapi persaingan dunia kerja yg semakin ketat.

Dalam hal ini, Kelurahan Nangkaan memiliki program yaitu kampung sinau, yang digiatkan untuk warga kelurahan nangkaan. kegiatan dilakukan dengan berkeliling ke rumah-rumah warga pada saat jam belajar anak usia sekolah (sekitar pukul 18.00 – 20.00). program ini dirasa sangat baik dan efektif untuk menumbuhkan semangat belajar siswa di kelurahan Nangkaan. Namun ada saja kendala ditengah-tengah pelaksanaan kegiatan seperti, adanya anak yg terlalu lelah setelah seharian melakukan kegiatan sekolah dan juga kegiatan tambahan seperti les dan lain-lain.

Melihat keadaan tersebut, sejumlah mahasiswa kkn, melaksanakan kegiatan kampung sinau dengan mengadakan kelompok belajar, namun yg diajarkan adalah kompetensi-kompetensi tambahan yang tidak didapat di sekolah. kegiatan dimulai setalah sholat maghrib berjamaah. kemudian mengaji bersama, sholat isya berjamaah dan dilanjutkan dengan belajar bersama. tidak hanya kompetensi potensi tambahan tp juga mahasiswa kkn ikut membantu mengerjakan PR dari anak anak dalam kelompok belajar ini.

Kegiatan yg diadakan oleh mahasiswa kkn ini,telah diiyakan oleh ketua dari program kampung sinau yaitu Bapak Prayit. beliau telah mendukung setiap kegiatan yang diagendakan oleh mahasiswa kkn. dengan ini diharapkan dapat sangat bermanfaat bagi Kelurahan nangkaan.

Kegiatan Karangkitri

Karang kitri adalah bentuk dari kegiatan menanam bibit tanaman toga (Tanaman Obat Keluarga) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat keurahan Nangkaan yang telah terealisasi dari tahun 2015. Karang kitri mempunyai banyak manfaat dari segi kesehatan dan ekonomi, karena bibit tanaman toga dibagikan kepada masyarakat nangkaan supaya mereka dapat dengan mandiri menanam tanaman toga di rumah masing-masing.

Diharapkan dengan adanya mahasiswa KKN UMD/TEMATIK Kelompok 27 dapat memaksimalkan pelaksanaan kegiatan karang kitri di Kelurahan Nangkaan yang mempunyai kendala-kendala tertentu seperti hal nya masyarakat di kelurahan Nangkaan yang sebagian kecil dari masyarakatnya sendiri tidak mau untuk menanam bibit, Mahasiswa KKN UMD/TEMATIK Kelompok 27 mempunyai inisiatif atau ide sendiri dengan cara menanam bibit Toga (Tanaman Obat Keluarga) di green house karang kitri yang telah disediakan sehingga para mahasiswa bisa langsung membagikan kepada masyarakat di Kelurahan Nangkaan.

Kegiatan Jumantik Kelurahan Nangkaan

Mahasiswa Kkn Tematik/Umd Kelompok 27 melakukan kegiatan jumantik yang bekerja sama dengan puskesmas nangkaan untuk terjun langsung ke rumah warga di setiap RT serta mensosialisasikan terpilihnya kader baru dari program yang di adakan di kelurahan yakni “1 rumah 1 kader jumantik”

Air merupakan tempat perindukan nyamuk yang sangat potensial, khususnya nyamuk jenis Aedes aegypti. kebiasaan masyarakat menampung air untuk keperluan sehari-hari seperti menampung air hujan, menampung air sumur atau membeli air di penjual air sehingga bak mandi atau drum/tempayan jarang dikuras berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk. Ada pula kebiasaan masyarakat menyimpan barangbarang bekas tetapi kurang rajin memeriksa lingkungan terhadap adanya air yang tertampung di dalam tempat penampungan air (TPA) serta kurang melaksanakan kebersihan lingkungan. Akibatnya, anjuran 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mengubur Plus menaburkan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, serta pemakaian insektisida rumah tangga).

Tujuan dari program sosialisasi dan pembentukan juru pemantau jentik adalah masyarakat mengetahui tentang penyakit DBD, tempat yang menjadi perindukan nyamuk, metamorfosis perkembangan hidup nyamuk sehingga dengan demikian mampu membuka kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta turut serta dalam penanganan jentik nyamuk dengan sistem 3M.

Hasil yang dicapai adalah terpilihnya kader JUMANTIK di tiap-tiap RT Kelurahan nangkaan yang nantinya akan bersedia mengecek tempat-tempat yang menjadi tempat perindukan nyamuk, seperti air tergenang, ban mobil bekas yang tidak terurus, kaleng cat bekas,dan lain-lain. Setelah itu kader jumantik akan mendata hasil keberadaan jentik kedalam tabel jumantik apakah positif adanya jentik atau bebas dari jentik. Nantiya kader jumantik ini akan bekerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam penyediaan obat-obat yang dibutuhkan untuk membubuh larva seperti abate.

10 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember siap terjun ke Masyarakat Kelurahan Nangkaan

WhatsApp Image 2017-07-27 at 13.50.01

Pada 11 juli lalu telah dilakukan pelepasan mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Jember. Terdapat sedikitnya 998 mahasiswa yang terjun ke wilayah Kabupaten Bondowoso. salah satu diantaranya yakni kelompok KKN UMD 27 yang bertempat di kelurahan nangkaan Kecamatan Bondowoso.

Dengan bersinergi bersama perangkat kelurahan, masyarakat dan atas pengawasan dosen pembimning diharapkan mahasiswa KKN dapat belajar berkehidupan sosial di dalam masyarakat terlebih masyarakat Kelurahan Nangkaan.